XissiLuhan

Memories… that Become Eternity

Archive for the tag “Fluff”

Friends – That’s we are

Title : Friends – That’s we are
Cast : Kim Jongin, Lee Nami (OC)
Genre : AU, Friendship, Fluff
Rating : Teen
Length : Ficlet
Author : Rizcha Nova

jongin

Popular
Tampan
Tinggi
Kaya raya
Mempesona
Berprestasi

“Ya itu aku.” Jawab Jongin santai yang kemudian duduk di sebelah seorang yeoja.
“Selalu saja datang tiba-tiba.” Jawab yeoja itu lalu menutup buku tulisnya.
“Sudah selesai?”
“Apanya?”
“Kegiatan menulis kriteria laki-laki idamanmu.” Ujar Jongin lalu merentangkan tangannya dan menyampirkan di pundak yeoja tersebut, Lee Nami.
“Cih, itu malah jauh dari kata idaman.”
“Mwo? Bagaimana bisa? Kau ingin hidup dengan laki-laki jelek, bertubuh pendek, tidak memiliki apa-apa dan bodoh? Kau sudah tidak waras ya? Seleramu bahkan lebih buruk dari kata payah!” gerutu Jongin kemudian, Nami hanya terkekeh.
“Lagipula apa urusanmu, sih?”
“Tentu saja menjadi urusanku! Kau kan…”
“Apa?”
“…emm sahabatku ya, sahabatku!” ucap Jongin kemudian.
“Baiklah sahabatku yang tampan, bagaimana kalau kita pergi ke kelas sekarang?”
“Bagaimana kalau hari ini kita membolos kelas Park saem? Paling juga kau akan berujung tidur di kelas.” Ledek Jongin. Nami hanya mendengus kesal lalu memukul lengan teman sebangkunya itu.
“Paling tidak aku bisa mendapatkan nilai bagus saat ujian mata pelajaran beliau!”
“Dan paling tidak masih ada aku yang selalu berada di atasmu!” ucap Jongin sombong lalu berdiri dan menarik tangan Nami untuk masuk ke dalam kelas.

Kelas dari Park seonsaengnim telah berakhir, kelas yang tadinya hening kembali riuh, ada beberapa siswi perempuan yang kembali berkumpul membentuk komplotan penggosip, beberapa lagi mencuri-curi kesempatan untuk memandang Jongin, si prince charming di kelas mereka, para lelaki yang kemudian asyik dengan dunia mereka sendiri, ada Lay yang bersiul-siul tak jelas sambil menggambar sesuatu di buku pelajarannya, Chanyeol yang usil melempari bulatan-bulatan kertas tak terpakai ke kepala teman-temannya, Minseok yang mengambil sebungkus bakpao dari dalam tasnya dan membagikannya pada Tao dan Sehun juga masih banyak kegiatan tidak penting lainny sembari menunggu bel pulang sekolah.
Aku tidak tahu
Aku bingung
Apa ini
Ah entahlah
Aarrrrgggghhhh!!!

“Sebenarnya apa sih yang kau lakukan sejak tadi?” tanya Jongin.
“Aku bisa gila kalau begini terus, Hyojin eonnie terus memintaku menuliskan sosok laki-laki yang sempurna untuk dijadikan tokoh dalam fanfiction yang ingin ditulis oleh dirinya, mengapa harus aku? Padahal dia yang ingin menulis, mengapa aku harus ikut dipusingkan begini karena dirinya!? Arrgghh Jongiiiiiin aku bisa gilaaaa!” rengek Nami lalu menangkupkan wajahnya dengan buku catatannya.
“Mudah saja, cukup dengan menatapku pasti semua masalahmu teratasi.” Ujar Jongin santai lalu mengedipkan sebelah matanya pada Nami.
“Aku malah jadi kehabisan ide kalau memandangmu terus, kau itu seperti black hole tahu!”
“Mwo? Black hole? Sialan kau!” Jongin langsung menggelitik perut Nami dan menyebabkan Nami tertawa terbahak.
“Ya! Ya! Henti—hahaha…Kim Jong—hahahah ahahaha…ahahaa… Jongin gel—hahahaha geli!”
“Aigo aigo… romantis sekali dua teman kita ini, bukan begitu semuanya?” goda Chanyeol kemudian disusul godaan dari teman-teman sekelas Jongin dan Nami.
“Phewiiit~ segeralah berpacaran saja wahai kalian berdua.” Tutur Sehun kemudian.
“Eyy, kalian tidak tahu? Sebenarnya mereka berdua sudah berpacaran tahu.” Sambung Yoojung kemudian.
“Ah benarkah?”
“Benarkah itu?”
“Wohooo! Ayo sekelas makan-makan gratis di kantin, Jongin yang kaya raya siap mentraktir kita semua!” sambung Chanyeol seenaknya.
“Ya! Ya! Ya! Jangan sembarangan kalian semua, ayo Mi-ah kita pulang saja.” Ajak Jongin kemudian.
“Wah waaah, mereka akan pulang bersamaaaa!”
“AAAAAAAA”
“Suittt Suittt…”
Kelas semakin histeris dengan godaain teman-teman Jongin dan Nami. Membuat keduanya semakin salah tingkah dan memilih segera meninggalkan kelas. Ya… begitulah… kedua sahabat ini selalu dijadikan pasangan faforit oleh teman-teman sekelas mereka, sayangnya sampai detik ini mereka berdua tetap berkomitmen untuk terus bersahabat karena entahlah… jika dibilang tidak ada rasa, itu sangat tidak mungkin, mengingat Jongin telah mengagumi Nami sejak mereka bertemu di bangku sekolah dasar kelas enam dan Nami yang juga memendam rasa suka pada Jongin sejak mereka sekelas di bangku SMA kelas satu ini.
Namun keduanya tetap bungkam, mereka berprinsip untuk membiarkan semua ini mengalir apa adanya, biarlah waktu yang akan menjawab kemana hubungan persahabatan ini akan berujung.

Black hole… ya kalau black hole mampu menyedot segala macam benda yang berada di sekitarnya, maka kau adalah black hole untukku. Black hole yang dalam sekejap mampu menyedot seluruh perhatianku hanya untukmu. – Lee Nami.

END

Navigasi Pos

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai